You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Covid-19 Matikan Ekonomi Warga, Bagaimana Negara Lain Menghadapinya?

ABDUL KADIR , S.I P 24 Maret 2020 Dibaca 1.687 Kali
Covid-19 Matikan Ekonomi Warga, Bagaimana Negara Lain Menghadapinya?

Covid-19 Matikan Ekonomi Warga, Bagaimana Negara Lain Menghadapinya?

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) menghantam mata pencaharian warga di banyak negara.

Hantaman itu terutama dirasakan warga yang bekerja di sektor pariwisata, serta sektor-sektor lain yang terkait langsung dengannya seperti transportasi, perhotelan, penyuplai makanan, dan sebagainya.

Organisasi pariwisata dunia World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan ada jutaan orang yang mengalami krisis keuangan gara-gara wabah ini.

“Mata pencaharian jutaan orang di sektor pariwisata sedang hancur. Dari pelayan, supir taksi, koki, pilot, penjual katering, sampai petugas kebersihan," kata Presiden WTTC Gloria Guevara dalam siaran persnya, Jumat (20/3/2020).

“Jutaan keluarga terjerumus ke dalam kesusahan dan utang yang mengerikan, tidak tahu bagaimana mereka bisa belanja makanan dan membayar tagihan. Wabah Covid-19 menciptakan efek domino sangat besar, menghancurkan seluruh sektor ekonomi," katanya lagi.

Karena itu, WTTC mendorong negara-negara agar membuat kebijakan yang isinya:

Melindungi pendapatan orang-orang yang terdampak wabah;Memberi pinjaman bebas bunga bagi usaha kecil menengah, terutama pariwisata, untuk melindungi mereka dari kebangkrutan, dan;Menghapus pajak untuk pelaku usaha selama 12 bulan ke depan.

Kebijakan Ekonomi 'Bagus' di Tengah Wabah Covid-19

WTTC mencontohkan kebijakan beberapa negara yang mereka nilai 'bagus' untuk mengatasi krisis ekonomi warga akibat wabah Covid-19. Berikut paparan singkatnya.

1. Hong Kong: Subsidi Agen Wisata

Pemerintah Hong Kong membuat program subsidi bernama Anti-Epidemic Fund's Travel Agents Subsidy Scheme.

Lewat program tersebut, setiap agen wisata yang terdaftar di Hong Kong bisa menerima subsidi sebesar HK$80.000 atau sekitar Rp170 juta per badan usaha.

2. Jerman: Pinjaman Tunai Tak Terbatas

Menurut WTTC, pemerintah Jerman sudah menyiapkan pinjaman uang tunai tak terbatas selama masa wabah Covid-19.

Pinjaman tak terbatas itu disediakan untuk pelaku usaha yang menghadapi kesulitan keuangan dan terancam bangkrut akibat wabah.

3. Prancis: Dana Solidaritas

Pemerintah Prancis juga menyiapkan paket bantuan yang mereka namakan Solidarity Fund atau dana solidaritas.

Bantuan tersebut berupa dukungan dana tak terbatas, ditujukan bagi pelaku usaha yang bangkrut akibat wabah Covid-19 terutama dari sektor bisnis katering, perdagangan non-makanan, dan pariwisata.

4. Italia: Pemerintah Bayar 80 Persen Gaji Karyawan

Di Italia, pemerintah membayarkan 80 persen gaji pekerja formal yang terdaftar di negaranya. Kelompok wirausaha dan pekerja informal bisa turut mendaftarkan diri untuk mendapat bantuan serupa.

Pemerintah Italia juga membuat sistem penundaan pembayaran cicilan bagi keluarga-keluarga yang kehilangan pemasukan akibat wabah Covid-19.

Oleh : Adi Ahdiat
Editor: Agus Luqman
Redaktur : Abdul Kadir

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%