You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Pelantikan Pertama Jokowi Disebut "A New Hope", Kalau Sekarang?

ABDUL KADIR , S.I P 20 Oktober 2019 Dibaca 1.361 Kali
Pelantikan Pertama Jokowi Disebut "A New Hope", Kalau Sekarang?

Pelantikan Pertama Jokowi Disebut "A New Hope", Kalau Sekarang?

[KBR|Warita Desa] Lima tahun lalu, menjelang pelantikan presiden 2014, wajah Jokowi tampil di sampul majalah TIME. Majalah berita internasional itu menyebut Jokowi sebagai "A New Hope", harapan baru bagi demokrasi Indonesia.

Nada positif juga disuarakan sejumlah media internasional lain. Reuters, misalnya, saat itu menyebut Jokowi sebagai tokoh politik yang disayangi kelompok minoritas.

"Penolakan (Jokowi) untuk diintimidasi kepentingan-kepentingan lama, dan blusukan-nya yang terkenal di Jakarta, membuatnya disayangi oleh sebagian besar orang Indonesia khususnya kelompok miskin dan minoritas," tulis Reuters saat itu, tak lama setelah Jokowi dinyatakan menang Pemilu 2014.

Optimisme serupa disuarakan oleh New York Times. Sehari setelah pelantikan presiden tahun 2014, media asing tersebut menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang "menjanjikan".

"Joko, 53 tahun, adalah Presiden Indonesia pertama yang tidak berasal dari kalangan elit politik atau jenderal militer. Presiden baru ini menjanjikan program pemerintah yang lebih 'rakyat-sentris'," tulis New York Times kala itu.

Baca juga : PARADE KEBANGSAAN MASYARAKAT KECAMATAN MENDAHARA ULU


Pelantikan Kedua: Pelarangan Demo dan Terorisme

Beda dengan dulu, kini berbagai media asing lebih banyak menyoroti masalah keamanan Indonesia menjelang pelantikan periode kedua Jokowi.

New York Times, misalnya, menyoroti praktik pelarangan demonstrasi menjelang pelantikan presiden.

Los Angeles Times juga menyoroti kasus penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, beserta aksi penangkapan puluhan teroris yang mengikutinya.

"Satuan elit anti-teroris Indonesia sibuk selama 24 jam demi memberantas tersangka militan Islam menjelang pelantikan presiden yang akan dihadiri para pemimpin daerah dan utusan asing," tulis Los Angeles Times, Kamis (17/10/2019).

Sedangkan majalah TIME, yang dulu menggadang-gadang Jokowi sebagai "A New Hope", kini tidak bersuara apa-apa soal pelantikan periode keduanya.

Oleh : Adi Ahdiat
Editor: Agus Luqman

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%