You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Hari Guru, JPPI Dukung Inovasi Kurikulum

ABDUL KADIR , S.I P 25 November 2019 Dibaca 1.170 Kali
Hari Guru, JPPI Dukung Inovasi Kurikulum

Hari Guru, JPPI Dukung Inovasi Kurikulum

[KBR|Warita Desa] Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendukung adanya wacana terkait pengubahan kurikulum pendidikan. Kurikulum yang baru harus dibuat lebih sederhana.

Koodinator JPPI, Abdullah Ubaid mengatakan, untuk kurikulum 2013 yang dipakai saat ini, membuat siswa dan guru terbebani. Karena kurikulum yang dipakai mengharuskan siswa mengerti seluruh pelajaran.

"Kalau menurut saya kurikulum 2013 sudah tidak jalan di lapangan, kayanya berat kalau harus dipaksakan jalan di lapangan. Buktinya saja kemarin banyak yang kembali lagi pada kurikulum 2006. Menurut saya, setuju kalau misalnya ada inovasi kurikulum baru lagi, tetapi yang berbeda kemudian tidak memberatkan siswa, yang tidak menuntut siswa menguasasi seluruh mata pelajaran. Saya setuju kalau ada perubahan apa lagi kalau misalnya perubahan untuk disederhanakan," ujar Koodinator JPPI, Abdullah Ubaid kepada KBR, Minggu (24/11/2019).

Abdullah Ubaid menyebut, perubahan kurikulum harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan guru-guru di daerah untuk menyampaikan kurikulum. Jika kemampuan guru tidak dibenahi terlebih dahulu maka akan seperti Kurikulum 2013 yang belum menyeluruh di daerah, Penyababnya kemampuan guru di daerah terluar, terdepan, tertinggal, belum sepadan dengan guru yang berada di kota.

"Yang paling utama adalah problem kualitas guru. Jadi misalnya bagaimana guru itu bisa menerapkan kurikulum 2013 itu perlu ada latihan, perlu ada pendidikan di sekolah harus berpusat pada siswa tidak lagi model pitching yang berpusat pada guru dan segala macem. Tetapi di lapangan itu belum bisa terjadi, kenapa? Karena memang kita punya problem kualitas guru yang cukup rendah di daerah-daerah. Karena itu kalau misal bikin kurikulum yang ribet-ribet seperti kurikulum 2013, pasti tidak jalan di lapangan. Kalau misalnya ada perubahan kurikulum harus yang simpel," ujar dia.

Sebelumnya teks pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem untuk memperingati Hari Guru menyinggung kurikulum yang padat, berorientasi nilai, sehingga menutup pintu petualangan guru.

Teks pidato yang kemudian viral itu, mengisyaratkan Mendikbud Nadiem akan mengubah kurikulum yang ada saat ini. Sebelumnya, Nadiem juga dikabarkan meminta pendapat sejumlah organisasi guru, terkait perubahan kurikulum, yang rencananya akan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Oleh : Kevin Candra
Editor: Rony Sitanggang
Redaktur : Abdul Kadir

Baca juga : Jokowi Angkat Tujuh Staf Khusus Milenial, ini cerita mereka ...

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%