You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Indonesia Kekurangan Orang Cerdas, LIPI Ajak Diaspora "Pulang Kampung"

ABDUL KADIR , S.I P 11 Desember 2019 Dibaca 1.707 Kali
Indonesia Kekurangan Orang Cerdas, LIPI Ajak Diaspora "Pulang Kampung"

Indonesia Kekurangan Orang Cerdas, LIPI Ajak Diaspora "Pulang Kampung"

[KBR|Warita Desa] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak peneliti Indonesia yang tersebar di luar negeri atau diaspora untuk 'pulang kampung'.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko berharap para peneliti diaspora itu bisa berkreasi dan berinovasi di Indonesia.

"Fokus kita terkait diaspora adalah bagaimana merekrut sebanyak mungkin orang-orang terbaik, SDM (sumber daya manusia) unggul, untuk kembali ke negara ini. Itu dulu. Jangan dibebani dengan ini-itu," kata Handoko dalam diskusi di Gedung LIPI, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (9/12/2019).

"Inovasi, tidak akan muncul tanpa adanya SDM unggul yang mencetuskannya, dan negara bisa memberikan ruang untuk para peneliti, diaspora atau lulusan S3 terbaik Indonesia untuk berkreasi sesuai bidangnya," lanjut Handoko.

Menurut Handoko, sejak tahun 2014 LIPI sudah aktif mencari dan merekrut diaspora untuk bergabung ke LIPI.

Sejak 2018 pemerintah juga sudah membuka jalur diaspora sebagai salah satu mekanisme penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di LIPI.

Baca juga : Indonesia Akan Bangun Bandar Antariksa untuk Peluncuran Roket

Indonesia Minim SDM Iptek

Menurut LIPI, Indonesia butuh peneliti diaspora karena SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di dalam negeri masih sangat minim.

"Rasio jumlah SDM iptek sangat rendah, yaitu 1 banding 934 penduduk," jelas LIPI di situs resminya, Senin (9/12/2019).

Hal ini ditanggapi Osi Arutanti, peneliti Indonesia yang pernah menetap di Jepang selama lima tahun, kemudian bergabung di Pusat Penelitian Kimia LIPI sejak 2018.

Menurut Osi, untuk menarik peneliti diaspora kembali ke Indonesia, pemerintah perlu membangun ekosistem riset yang menyediakan kebebasan dan keleluasaan riset.

“Kadang kita berbenturan dengan birokrasi, hal ini sebaiknya dapat dipermudah. Saat ini saya melihat LIPI sudah mulai berubah ke arah tersebut,” kata Osi dalam situs resmi LIPI, Senin (9/12/2019).

Masalah birokrasi itu juga disinggung peneliti diaspora lain, Ayu Savitri Nurinsiyah. Ayu adalah ahli biologi yang pernah menetap di Jerman selama delapan tahun dan bergabung ke LIPI mulai tahun 2019.

“Penelitian saya melibatkan koleksi spesimen di museum. Saya merasa terkadang akses untuk meminjam spesimen ini seharusnya dapat dipermudah,” kata Ayu.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko pun menyatakan niatnya untuk mewujudkan lingkungan fleksibel bagi para diaspora.

“Diaspora tidak perlu dituntut macam-macam dahulu. Kita buat ekosistem yang sesuai untuk mereka, agar mereka datang dengan membuat peraturan yang fleksibel, tidak ribet, dan kebebasan riset,” kata Handoko, seperti dilansir situs LIPI, Senin (9/12/2019).

Oleh : Adi Ahdiat
Editor: Sindu Dharmawan
Redaktur : Abdul Kadir

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%