You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

BNPB : Kerugian Ekonomi Akibat Karhutla Capai Rp 75 Trilyun

ABDUL KADIR , S.I P 31 Desember 2019 Dibaca 1.265 Kali
BNPB : Kerugian Ekonomi Akibat Karhutla Capai Rp 75 Trilyun

BNPB : Kerugian Ekonomi Akibat Karhutla Capai Rp 75 Trilyun

[KBR|Warita Desa] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana besar selama 2019.

Juru bicara BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, kerugian ekonomi akibat bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai Rp75 triliun.

"Dari luas hutan dan lahan yang terbakar, World Bank sudah menghitung kerugian Karhutla tahun 2019 ini adalah Rp75 triliun," kata Agus saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Agus Wibowo menyebut, Kalimantan Tengah merupakan provinsi dengan luas hutan terbakar terbanyak.

Apalagi, Kalteng memiliki lahan gambut terbanyak dibanding wilayah lain yakni 95.941 hektare.

Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di Indonesia selama 2019 sebesar 942.485 hektare, yang terbagi pada lahan gambut seluas 269.777 hektare dan lahan mineral seluas 672.708 hektare.

Dari jumlah tersebut BNPB mengklaim mengalami penurunan dibandingkan 2015.

"Kalau kita lihat dari luas terdampaknya ini perbandingan dengan tahun 2015, 2015 ada 2,6 juta hektare yang terbakar kemudian 2019 1 juta kurang luasnya. Jadi turun drastis," kata Agus.

Selain Karhutla, bencana besar lain yang juga menimbulkan dampak kerugian ekonomi yakni, banjir, longsor dan puting beliung di Sulawesi Selatan sebesar Rp1,3 triliun, Sulawesi Tenggara dan Konawe Utara Rp1,1 triliun. Kemudian, gempa bumi Halmahera Selatan Rp6,27 Triliun.

"Sehingga jika ditotalkan kerugian ekonomi yang diakibatkan bencana besar selama 2019 mencapai lebih dari R 80 triliun," pungkas Agus Wibowo

Baca juga : Ekowisata Hutan Desa Berbasis konservasi

Oleh : Heru Haetami
Editor: Kurniati Syahdan
Redaktur : Abdul Kadir

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%