Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim  

Pilkada, Epidemiolog Minta Petugas Pemungutan Suara Pastikan Protokol Kesehatan

Abdul Kadir | 02 Desember 2020 12:55:18 | Berita Desa | 88 Kali

Pilkada, Epidemiolog Minta Petugas Pemungutan Suara Pastikan Protokol Kesehatan

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono meminta penyelenggara pemilu memastikan petugas    Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) nantinya tak malah jadi sumber penularan Covid19. Dia meminta protokol kesehatan dilaksanakan guna mencegah penyebaran covid-19 saat pemungutan suara pilkada pada Rabu, 9 Desember mendatang.

Sebelumnya sejumlah daerah menggelar tes cepat covid-19 bagi petugas KPPS. Kata Tri tes cepat tak bisa untuk mendiagnosis Covid-19. Dia meminta rapid test untuk petugas pilkada hanya sebagai pemeriksaan awal.

"Covid-19 rapid testnya yang digunakan rapid test antigen dan antibodi. Kalo rapid test antigen memang bukan alat diagnosis dua-duanya hanya untuk screening. Jadi yang positif belum tentu dia Covid-19. Harus diswab atau di-PCR. Nah kemudian yang memastikan adalah tes PCR. Jadi ya itu adalah upaya paling tidak nanti tidak tertular ke petugas TPS," kata Tri kepada KBR melalui sambungan telepon, Jumat (27/11/20)

Kata dia, bila hasil rapid test ada yang reaktif harus segera ditindaklanjuti dengan tes swab.

"Iya harus. Baik rapid test antigen maupun antibodi. Jangan sampai petugasnya jadi penular yang efektif kepada semua pemungut suara. Pemungut suara kan banyak. Petugasnya kan ada di TPS sedikit. Itu adalah upaya pemerintah lah supaya petugas TPS tidak menularkan ke pemungut suara. Itu efektif tuh. Karena petugasnya kan tetap. Pemilihnya yang berganti-ganti. Ya supaya melindungi masyarakat dari penularan covid-19," ujar dia.

Baca Juga : https://pematangrahim.desa.id/artikel/2020/11/27/digitalisasi-umkm-untuk-menjawab-lanskap-perubahan-akibat-pandemi-covid-19

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono meminta agar petugas tempat pemungutan suara menggunakan masker dan tameng wajah.

"Kemudian pemilihnya dibedakan antara zona merah, zona kuning dan hijau. Zona kuning ya boleh pakai masker doang. Kalau zona merah atau orange saya sarankan untuk sama dengan petugasnya pakai masker dan pakai faceshield. Udah disediakan di TPS kok fasilitas cuci tangan pakai sanitizer bukan pakai air. Pakai sarung plastik pakai cuci tangan. Sudah disiapkan panitia TPS. Dan diatur pemungut nomor urut 1 sampai kapasitas TPSnya 40. Ya 1-40 jam sekian datangnya, yang 41-sekian juga diatur oleh petugasnya, urai dia.

Tri meminta petugas KPPS memastikan tidak ada kerumunan dan protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Pada Rabu, 9 Desember mendatang sebanyak 270 daerah adakan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Rinciannya 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Oleh : Astri Septiani
Editor: Rony Sitanggang
Redaktur : Abdul Kadir

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Aparatur Desa

Wilayah Desa

Peta Desa

Sinergi Program

DPMD Tanjung Jabung Timur Kemendesa Sabak Smart Center
Kemendagri BPJS Kesehatan Kominfo
OpenDesa Pematang Rahim Membangun KBR
Provinsi Jambi BMKG BPKP RI
Jambi Independent DPR RI Badan Pusat Statistik

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jln. Lintas Muara Sabak RT.05 Dusun Simpang Kiri
Desa : Pematang Rahim
Kecamatan : Mendahara Ulu
Kabupaten : Tanjung Jabung Timur
Kodepos : 36766
Telepon : 08117432444
Email : admin@pematangrahim.desa.id

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung