Pematang Rahim – Suasana penuh khidmat sekaligus meriah tampak pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Istiqomah Desa Pematang Rahim. Acara ini semakin istimewa karena dihiasi dengan kehadiran Burak Telur Raksasa, sebuah tradisi khas masyarakat yang menjadi daya tarik utama. (21/09/2025)
Acara Maulid Nabi dihadiri Anggota DPRD Bapak Samsir, Kepala KUA Mendahara Ulu, Kapolsek, Kepala Desa Pematang Rahim, Ketua BPD Pematang Rahim, Ketua LAD, Ketua Pegawai Syara', Kadus, Ketua RT Se Desa Pematang Rahim, Ratusan jamaah dan warga sekitar memadati halaman masjid sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan maulid, shalawat bersama, hingga tausiyah agama. Puncak perhatian tertuju pada Burak Telur Raksasa yang berdiri megah sebagai simbol kegembiraan umat menyambut kelahiran Rasulullah SAW.
Ketua panitia Ustadz Abdul Aziz, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi burak telur bukan sekadar hiasan, melainkan wujud kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. “Burak telur ini adalah simbol rasa syukur, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi,” ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, KH. Shalahuddin Syargawi Al Qodri Pimpinan Pondok Pesantren Kumpeh Daaru Tauhid yang diundang khusus juga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa cahaya bagi umat manusia. Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan menebar kebaikan,” tuturnya.
Kemeriahan semakin terasa ketika burak telur raksasa dihias dengan ribuan butir telur warna-warni yang tersusun rapi, membuat para jamaah antusias berfoto dan mengabadikan momen tersebut. Tidak sedikit warga dari luar Desa Tetangga yang datang khusus untuk menyaksikan keunikan acara ini.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Istiqomah pun berakhir dengan doa bersama, santapan hidangan khas, dan semangat kebersamaan yang semakin memperkuat persaudaraan antarwarga. (hr)