You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Raker dengan DPR, Menkeu: Ekonomi Baru Pulih Setelah Vaksinasi Massal

ABDUL KADIR , S.I P 05 September 2020 Dibaca 1.460 Kali
Raker dengan DPR, Menkeu: Ekonomi Baru Pulih Setelah Vaksinasi Massal

Raker dengan DPR, Menkeu: Ekonomi Baru Pulih Setelah Vaksinasi Massal

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Pemerintah memperkirakan pemulihan ekonomi Indonesia belum bisa maksimal pada semester pertama tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kondisi ekonomi masih diwarnai ketidakpastian secara global akibat pandemi COVID-19.

Ia diperkirakan ekonomi baru bisa kembali pulih dan pasar kembali menggeliat setelah pemerintah melakukan vaksinasi massal untuk menangani COVID-19 pada pertengahan tahun depan.

"Semua prediksi mengenai vaksin baru akan bisa dilakukan vaksinasi secara luas pada semester dua tahun depan. Sehingga semester satu tahun depan kita tidak bisa mengasumsikan pemulihan yang full power, karena pasti COVID masih menjadi salah satu faktor yang menahan pemulihan, baik konsumsi maupun investasi. Jadi kita akan sangat bergantung pada pemulihan di semester 2." Ujar dia saat rapat kerja dengan DPR, Rabu (02/09).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan sejumlah lembaga keuangan negara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan positif. Bahkan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 6,1 persen. Meski begitu, hal ini akan bergantung pada perkembangan vaksin COVID-19.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengisyaratkan ekonomi Indonesia bisa masuk pada jurang resesi, apabila pada kuartal III-2020, pertumbuhan ekonomi berada pada posisi minus. Karena itu, Jokowi memerintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk secepatnya membelanjakan APBD, seperti belanja barang serta bansos untuk meningkatkan ekonomi di daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikannya saat ratas penanganan Covid-19 bersama kepala daerah secara virtual di Istana Bogor, Selasa (1/9).

"Untuk kuartal III-2020 yang kita ini masih punya waktu 1 bulan yaitu Juli, Agustus, September kita masih punya kesempatan di bulan September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus, artinya kita masuk resesi. Karena itu saya minta, percepat belanja APBD Provinsi dan perintahkan Bupati Walikota agar APBD Kabupaten/Kota terutama yang berkaitan belanja barang, belanja modal, belanja bansos ini betul-betul disegerakan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Oleh : Agus Lukman
Editor: Rony Sitanggang
Posted By : Abdul Kadir

Baca juga : https://pematangrahim.desa.id/first/artikel/2020/9/5/pns-dan-mahasiswa-dapat-tunjangan-pulsa

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%