You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pematang Rahim
Logo Desa Pematang Rahim
Desa Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi

Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Ancaman Krisis Pangan, Mentan Minta Percepat Tanam

ABDUL KADIR , S.I P 06 Mei 2020 Dibaca 1.596 Kali
Ancaman Krisis Pangan, Mentan Minta Percepat Tanam

Ancaman Krisis Pangan, Mentan Minta Percepat Tanam

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta para petani mempercepat masa tanam di tahun ini. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan yang diprediksi oleh Organisasi Pangan Dunia atau FAO akan menimpa Indonesia tahun ini.

Menurutnya, krisis pangan bisa terjadi selain karena faktor pandemi Covid-19, juga akibat dari musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung panjang.

"Oleh karena itu yang harus dilakukan adalah melakukan percepatan tanam kembali. Panen raya sudah dilakukan dan hasilnya cukup besar 7,4 juta hektare itu panen. Sesudah itu kita segera melakukan penanaman. Penanaman yang bisa dilakukan sesuai hitung-hitungan kita adalah 5,6 juta (hektare), itu yang maksimal. Katakanlah 5,6 juta hektare yang harus segera ditanam lagi," ujar Mentan dalam acara diskusi daring 'Petani di Antara Kelangsungan Usaha dan Gonjang-Ganjing Harga Pangan' di kanal Liputan 6, Selasa (5/5/2020).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta dinas pertanian di masing-masing daerah segera mendistribusikan bibit, pupuk, dan kebutuhan petani lainnya untuk mendukung percepatan masa tanam. Ia berharap hujan masih turun hingga Juni, sehingga petani masih sempat melakukan penanaman.

Dari lahan 5,6 juta hektare yang ditanam kembali itu, ia menargetkan bisa menghasilkan 5 hingga 6 ton gabah kering per hektarenya.

"Maka kita akan bisa kurang lebih 20-an juta ton gabah kering giling yang bisa kita olah," targetnya.

Namun, ia juga khawatir akan terjadi serangan hama lima tahunan di tahun ini. Untuk itu kementeriannya tengah menyiapkan alternatif penanaman di lahan rawa. Ia mengklaim ada jutaan hektare lahan rawa yang siap ditanami.

"Di lahan rawa itu, kekeringan yang ada itu di rawa masih ada endapan air di bawahnya. Jadi kita masuk di situ, tentu saja dengan konsepsi yang secara khusus, bahkan kualitas bibit yang dipakai khusus untuk rawa," jelasnya.

Oleh : Wahyu Setiawan
Editor: Rony Sitanggang
Redaktur : Abdul Kadir

Baca juga : The Great Lockdown: Krisis Ekonomi Global akibat Covid-19

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.337.320.740,00 Rp 2.784.688.707,00
48.02%
Belanja
Rp 808.448.925,00 Rp 2.764.183.491,00
29.25%
Pembiayaan
Rp -20.505.216,00 Rp -20.505.216,00
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp 735.112.200,00 Rp 1.225.187.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 28.980.356,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 572.208.540,00 Rp 1.430.521.351,00
40%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 30.000.000,00 Rp 100.000.000,00
30%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 399.006.478,00 Rp 1.132.332.873,00
35.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 164.702.447,00 Rp 743.393.000,00
22.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 118.965.000,00 Rp 650.082.618,00
18.3%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.375.000,00 Rp 65.575.000,00
60.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 86.400.000,00 Rp 172.800.000,00
50%