Selamat Datang di Website Desa Pematang Rahim

Artikel

Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, YLKI Minta Perketat Pengawasan

17 Januari 2020 09:31:53  ABDUL KADIR SIP  257 Kali Dibaca  Berita Desa

Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, YLKI Minta Perketat Pengawasan

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melihat potensi maladministrasi pada sistem pendataan penerima subsidi gas LPG 3 kilogram. Sebab subsidi akan dialihkan dari subsidi barang ke orang.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi menilai, pendataan jumlah warga miskin sebagai lahan empuk penyalahgunaan wewenang.

"Yang utama adalah soal pendataan ya. Kalau akan digunakan dengan subsidi langsung pada orangnya. Saya kira penerima subsidinya harus betul-betul memang orang yang berhak untuk menerima itu pendataan itu. Ya soal pendataan itu, jangan sampai nanti pendataan itu terjadi Kongkalikong antara, misalnya si A dimasukkan sebagai penerima subsidi karena dia dekat dengan ketua RTnya atau dekat dengan ketua RW nya. Sementara si B yang notabene lebih berhak, tidak mendapatkan karena dia tidak kenal dengan ketua RT atau ketua RW nya atau orang-orang tertentu. Ini yang harus kita waspadai," kata Tulus kepada KBR, Kamis (16/1/2020).

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, pemerintah daerah harus memperketat pengawasan pemberian subsidi. Sebab pemberian subsidi langsung beresiko di pendataannya. Namun Tulus mendukung pembatasan subsidi tabung gas LPG melon.

"Subsidi tertutup, itu lebih secara teori lebih pas dibanding yang sekarang karena ada dua harga yang berbeda, sementara Barangnya sama. Dalam konteks pembatasan itu kan agar lebih tepat sasaran. Karena itu banyak konsumen yang 12 kg, itu berpindah ke 3 kg. Saya menduga angkanya bisa 15 sampai 20 persen yang sebenarnya dia orang mampu. Tapi karena harga 12 kg itu mahal, sementara di pasaran ada barang yang sama, dengan subsidi. Maka orang membeli yang subsidi, karena jauh lebih murah, sementara kualitasnya sama," lanjutnya.

Selain itu Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi meragukan usulan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terkait mekanisme biometri wajah. Dia mempertanyakan kesiapan Indonesia.

Kata dia, mekanisme ini akan menyulitkan masyarakat penerima subsidi. Di saat penerima subsidi tak bisa membeli sendiri tabung gas karena sakit dan alasan lainnya, seorang tak mendapatkan subsidi. Tulus menganggap itu sebagai hambatan. Ia menyarankan pemerintah membahas lebih lanjut persoalan mekanisme atau sistem pemberian subsidi langsung gas LPG melon.

Saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggodok kebijakan baru perihal subsidi gas jenis liquefied natural gas (LPG) atau elpiji.

Menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, pemerintah akan mencabut subsidi yang berbentuk potongan harga untuk gas elpiji 3 kilogram.

Harga jual gas elpiji ukuran tabung 'melon' akan disesuaikan dengan harga pasar, hingga harganya bakal naik menjadi sekitar Rp35 ribu per tabung.

Selain itu, pemerintah akan memberi subsidi kepada warga miskin dengan mentransfer uang secara langsung.

"Ya ditransfer, kan datanya (warga miskin) sudah ada. Misalnya, subsidinya Rp10.000 atau Rp20.000 per tabung, nanti ditransfer langsung. Nanti dia dikasih semacam kode khusus. Nanti orang itu belinya di mana, berapa tabung, akan kelihatan tuh. Jadi nanti tinggal ditransfer ke orang itu," jelas Djoko kepada KBR, Rabu (15/1/2020).

Menurut Djoko, mekanisme itu akan membuat subsidi gas elpiji lebih tepat sasaran dan akan menghemat pengeluaran negara sekitar 30-50 persen.

Namun, ia menegaskan kebijakan subsidi baru ini masih akan digodok hingga 6 bulan ke depan.

Oleh : Lea Citra, Adi Ahdiat
Editor: Rony Sitanggang
Redaktur : Abdul  Kadir

Baca juga : https://pematangrahim.desa.id/first/artikel/2020/1/15/jadwal-musyawarah-dusun-di-desa-pematang-rahim

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Desa

Wilayah Desa

Peta Desa

Sinergi Program

DPMD Tanjung Jabung Timur Kemendesa Sabak Smart Center
Kemendagri BPJS Kesehatan Kominfo
OpenDesa Pematang Rahim Membangun KBR
Provinsi Jambi BMKG BPKP RI
Jambi Independent DPR RI Badan Pusat Statistik

Statistik Penduduk

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jln. Lintas Muara Sabak RT.05 Dusun Simpang Kiri
Desa : Pematang Rahim
Kecamatan : Mendahara Ulu
Kabupaten : Tanjung Jabung Timur
Kodepos : 36766
Telepon : 08117432444
Email : admin@pematangrahim.desa.id

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:713
    Kemarin:829
    Total Pengunjung:301.498
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:18.207.157.152
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

26 Agustus 2016 | 9.230 Kali
SEJARAH SINGKAT DESA PEMATANG RAHIM
29 Juli 2013 | 9.071 Kali
Profil Desa
03 November 2018 | 9.041 Kali
Struktur Aparatur Pemerintah Desa
24 Agustus 2016 | 9.033 Kali
Data Desa
01 Mei 2013 | 8.985 Kali
Visi dan Misi Desa Pematang Rahim
14 Oktober 2019 | 7.767 Kali
SEJARAH KARANG TARUNA NASIONAL
24 Juni 2019 | 1.477 Kali
Peran Pemerintah Desa dalam Kegiatan Konvergensi pencegahan Stunting